Sabtu, 26 Juli 2008

Perlahan Tapi Pasti, Maju Bersama-sama

Dana bantuan khusus walikota bidang kemakmuran (bawaku makmur) adalah uang rakyat, yang dialokasikan dalam pos belanja hibah APBD. Oleh karena itu, penggunaannya harus meningkatkan produktivitas, bukan untuk kebutuhan konsumsi. Kang Dada dengan jujur menegaskan kalau uang ini adalah uang rakyat, dan harus dikembalikan ke rakyat. Tahun ini, Pemkot Bandung menyalurkan dana bawaku makmur term ketiga Rp 11 Miliar yang sudah dibagikan kepada 16.370 orang.

Faktanya, kinerja bidang kemakuran menunjukkan peningkatan yang diantaranya ditandai dengan:

1. Membaiknya laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung dari 7, 34% di tahun 2003 hingga 8,24%pada tahun 2007

2. Meningkatnya nilai investasi, yaitu pada tahun 2003 sebesar Rp 1,2 Triliyun menjadi Rp 5, 40 trilyun pada tahun 2007

3. Meningkatnya promosi produk sentra perindustrian dan perdagangan yang ditandai dengan revitalisasi 5 kawasan sentra perindustrian dan perdagangan yaitu sentra kaos PHH Mustopa, sentra jeans Cihampelas, sentra sepatu Cibaduyut, sentra rajut Binongjati, dan sentra kain Cigondewah

4. Meningkatnya jumlah koperasi sehat dan mandiri sebanyak 2.148 koperasi pada tahun 2003 menjadi 2.343 koperasi pada tahun 2007, dan meningkatnya jumlah SHU koperasi dari Rp 521,1 milyar pada tahun 2003 menjadi Rp 663,7 milyar pada tahun 2007.

5. Penghargaan dalam Pengembangan Pengrajin Alas Kaki, Pameran Tekstil, dan Produk Tekstil serta Alas Kaki Produksi Indonesia Tingkat Nasional Tahun 2005

Jumat, 25 Juli 2008

Kang Dada dan PERSIB

Bandung dan Persib ibarat amplop dan perangko, keduanya sudah sedemikian terkait seolah berada dalam satu citra. Persib sendiri sudah berdiri di Kota Bandung sejak tahun 1933. Persib sudah sedemikian lekatnya dengan Kota Bandung, sehingga bisa dibilang Persib adalah Bandung itu sendiri. Bermain sepakbola tidak hanya semata-mata mengandalkan bakat alam, akan tetapi, ia harus dilahirkan oleh suatu iklim kompetisi yang ketat, serta pembinaan yang berkesinambungan. Persib telah menjadi semacam trade mark bagi kemajuan daerah, yang tidak hanya kemajuan kota Bandung, tapi juga Jawa Barat. Tidak hanya sebagai sebuah organisasi sepakbola, lebih dari itu, Persib adalah semangat jiwa warga Kota Bandung. Semangat persib mencerminkan semangat Kota Bandung. Kang Dada mampu melihat fenomena ini, dan sebagai walikota yang juga merasa sebagai warga kota Bandung, ia pun terjun langsung untuk membina potensi ini. Hanya Kang Dada yang bisa melihat, berpikir, dan bertindak layaknya urang Bandung asli!

Kembangkan terus Industri Kreatif dalam Bandung Kota Seni 2008



Apakah Anda pernah menyadari banyaknya industri kreatif yang sekarang menjamur di Kota Bandung?
Kita bisa menemui beragam industri yang mencakup fesyen, periklanan, desain, kerajinan tangan, musik, arsitektur, seni pertunjukan, dan sebagainya. Perkembangan industri kreatif di Kota Bandung terus meningkat sejak tahun 2002 lalu dengan pertumbuhan 13,5% per tahun (2001-2005). Peningkatan ini membawa angin segar bagi iklim industri di Kota Bandung dan menambah pemasukan investasi Kota Bandung.



Pesatnya pertumbuhan industri kreatif ini disadari Kang Dada sebagai sebuah sinyal positif untuk pengembangan seni budaya Kota Bandung. Mengapa? Sebagian besar industri kreatif yang ada bergerak di bidang seni dan budaya seperti kriya, musik, film, dan sebagainya. Untuk itulah sayap-sayap perluasan industri kreatif harus terus dilebarkan. Pengembangan industri kreatif nantinya dapat menunjang pengembangan pariwisata di Kota Bandung.


Menurut Kang Dada, pengembangan teknologi tepat guna untuk industri kreatif dapat memperbesar potensi industri kreatif yang ada saat ini. Maksudnya, sistem produksi yang ada sekarang harus didukung dengan teknologi yang efisien untuk menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi dengan skala yang banyak. Kang Dada juga akan mengembangkan klinik desain, yang membidani ide-ide kreatif dalam industri desain. Konsep klinik ini menjadi sebuah upaya konkrit untuk membina industri-industri kreatif baru agar bisa tumbuh cepat dan progresif. Seluruh upaya ini terangkum dalam program "Bandung Kota Seni 2008".

Kamis, 24 Juli 2008

Bukan banyaknya pertemuan, tapi kualitasnya

Semenjak menjadi walikota Bandung, waktu memang tidak terlalu bersahabat untuk Kang Dada dan keluarganya. Dan Sepertinya keluarga kang Dada tahu benar atas peranan dan resiko kepala keluarganya yang menjadi orang nomor satu di kota Bandung ini.

Tapi bukan berarti kang Dada hanya larut dalam kesibukannya. Disinilah ia menunjukkan sebuah strategi waktu yang baik , betapapun padatya pekerjaan tapi keluarga adalah bagian terpenting dalam hidupnya. Dan Kang Dada selalu punya cara untuk ada dekat dengan keluarganya. Keukeu Kaniawati Rosada atau akrab dipanggil Keukeu—putri pertama kang Dada—bercerita, bahwa kang Dada adalah seorang figur Bapak yang selalu ingin dekat dengan keluarga. Bahkan disela-sela jadwal kang Dada yang sangat padat untuk menghadiri sejumlah acara, kunjungan, dan rapat kerja, kang Dada senantiasa menyempatkan diri untuk tetap bertemu dan bercengkrama dengan keluarganya. Bisa jadi momen itu adalah disaat makan siang, makan malam atau waktu-waktu yang tidak bisa ditentukan. “Bukan banyaknya pertemuan, tapi kualitasnya..” begitu kata Keukeu memaknai arti pertemuan bersama Bapaknya

Keukeu sadar betul bahwa bertemu Bapak adalah sebuah waktu yang berharga. Karenanya ia selalu menikmati dimanapun dan kapanpun kesempatan itu. Menurut Keukeu, meski lelah Bapak selalu terlihat ceria bersama keluarga, ia juga jarang sekali mengeluh. Bahkan Ia tidak pernah membicarakan masalah pekerjaan ketika sedang bersama keluarganya . it’s a big no no.. Sepertinya itulah yang menjadikan waktu pertemuan dengan keluarganya menjadi berkualitas.

Memang betul apa kata orang bijak, Penilaian seorang pemimpin bisa dilihat dari hal terkecil. Salah satunya adalah penilaian terhadap cara memimpin komunitas terkecil dikehidupan, yaitu keluarga. Jika dalam memimpin keluarga sudah baik, maka diluar pun hasilnya akan seperti itu. Sepertinya Inilah sebuah kunci sukses kang Dada yang tidak hanya mampu memimpin kota Bandung, tapi juga keluarga tercintanya agar selalu berada dekat dihati..

Pribadi yang pemaaf

Menjaga pikiran untuk selalu positif dan berada dalam koridor yang benar tentunya bukan sebuah pekerjaan mudah. Perlu kepiawaian dalam mengatur emosi agar tetap stabil dalam situasi dan kondisi apapun.

Sebagai orang nomor satu di kota Bandung, kang Dada pastilah banyak menerima kritik dari lawan-lawan politiknya. Bahkan kang Dada tidak sedikit menerima perlakuan yang menyudutkan dan menjatuhkan nama baiknya. Jika masalah seperti ini dihadapi oleh orang biasa, tentulah hal ini telah menyulut emosi orang itu. Tapi berbeda dengan kang Dada, disinilah ia menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tapi juga kecerdasan emosi . Ia tampak selalu tenang dalam menghadapi berbagai kejadian yang tidak menyenangkan, bahkan ia juga tidak terpancing terhadap suasana panik. Ketika orang lain gusar melihat dirinya diserang oleh lawan politiknya, kang Dada tetap menjaga sikap baik dan tidak pernah berniat menyerang balik.

Tidak hanya itu, Menurut putranya, Rizky Rahadian Rosada—atau akrab dipanggil Ian, Kang Dada adalah seorang pribadi yang berjiwa pemaaf. “jiwa pemaafnya tinggi! Ia bukan tidak tahu siapa lawan politik yang menyerangnya..”

Dimata Ian, Bapaknya selalu menjunjung sikap positifnya itu terhadap semua masalah yang dihadapinya. Terlebih untuk urusan pekerjaan, Kang Dada dengan segala kelebihan dan kekurangannya selalu menyikapi hal-hal hal negatif yang ada dengan tenang. “biar orang lain yang berbuat seperti itu kepada kita, tapi kita tetap bersikap baik terhadap mereka”. Bahkan terhadap orang yang sudah menyakitinya, kang Dada tetap menghormati dan bahkan tetap menjaga harkat orang tersebut dimata publik.

Sungguh sebuah sikap tauladan dari seorang pemimpin bernama Dada Rosada..

“Sukalah memaafkan, dan ajurkan orang berbuat baik. Berpalinglah dari orang yang jahil ( Q.S. 7 Surat Al A’Raaf: 199)

Kang Dada Pilihan Rakyat Bandung

Wah, ternyata memang Kang Dada pilihan masyarakat Bandung! Ini buktinya..


Di polling yang digelar oleh koran Tribun Jabar, Kang Dada dan Kang Ayi menempati tempat pertama, disusul dengan pasangan Trendi (24/07)..

Konon katanya, sewaktu pasangan Hade belum terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar pun, hanya polling tribunjabar.co.id yang hasilnya menunjukkan Hade di peringkat pertama...

Semoga, kejadiannya bakal sama untuk Kang Dada ya..

Ayo, terus dukung Kang Dada di polling ini!

Rabu, 23 Juli 2008

Sejuta pohon untuk Bandung



Selama Kang Dada menjabat, tercatat 1.005.509 pohon (2006) telah ditanam. Dari jumlah ini, sebagian besar jenisnya merupakan jenis pohon produktif dan pelindung. Kang Dada memang memiliki semangat besar untuk menghijaukan kembali Bandung. Penanaman pohon dilakukan di berbagai tempat di seluruh Bandung, dengan bantuan dari Dinas Pertamanan dan pihak swasta.

Penanaman pohon kemudian disusul dengan penanaman sejuta bunga, yang didukung penuh oleh TP PKK Kota Bandung. Gerakan ini menjadi solusi bagi penghijauan kembali kota dengan menanam bunga di ruang-ruang publik. Gedung-gedung perkantoran, perhotelan, sekolah-sekolah, pusat perbelanjaan pun dihiasi bunga-bunga cantik yang terpelihara dengan baik. Keindahan kota ini bukan semata tanggungjawab Kang Dada dan stafnya, tapi milik kita bersama.

Dukungan dan kontribusi aktif kita semua dapat menjaga kelangsungan program positif ini hingga tahun-tahun mendatang.

Bandung harus lebih Hijau!